MAKALAH
PENGEMBANGAN
AGRIBISNIS BUAH
DI INDONESIA
DISUSUN
OLEH :
NAMA : ZULYADEN
NIM : 1305101050131
FAKULTAS
PERTANIAN
DARUSAALAM,
BANDA ACEH
2014
PENDAHULUAN
Tanaman sangat penting bagi kehidupan manusia sehingga selalu
dicari untuk memperoleh hasil seoptimal mungkin dari tanaman yang diusahakan.
Di antaranya, ditempuh melalui teknik budidaya yang baik dan penigkatan
kemampua berproduksi sesuai harapan manusia. Perbaikan bercocok tanam adalah
usaha menciptakan linkungan yang optimal bagi pertumbuan tanaman yang
diusahakan sehingga hasil yang didapat maksimal.
Kebutuhan akan buah di Indonesia mengalami peningkatan dikarenakan pendapatan
dan kesadaran masyarakat akan kebutuhan mengkonsumsi buah-buahan sebagai salah
satu sumber vitamin yang tinggi membuat permintaan akan buah meningkat
sedangkan produksi buah tidak mengalami peningkatan disebabkan oleh beberapa
factor yang menyebabkan banyak buah yang didatangkan dari luar negeri untuk
memenuhi kebutuhan masyarakt, ini merupakan salah satu peluang dalam
pengembangan agribisnis buah karena sumber daya yang mendukung untuk
peningkatan produksi beberapa jenis buah di Indonesia.
Permasalah yang dihadapi petani Indonesia dalam mengembangkan usaha
tani terutama buah adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan harga dan teknik
pasca panen yang tepat sehingga banyak hasil pertanian rusak sebelum dipasarkan
ataupun dibeli dengan harga yang murah oleh agen-agen yang mendatangi
daerah-daerah produksi.
Kesadaran masyarakat akan megkonsumsi buah yang bermutu juga
merupakan tantangan yang dihadapi petani buah di Indonesia, dalam menciptakan
produk yang memiliki mutu yang tinggi membutuhkan pengetahuan akan cara
bercocok tanam dan cara penen sercara penanganan produk setelah panen (pasca
panen) agar produk terutama buahyang dihasilkan tidak hanya mencukupi tetapi
juga memiliku kualitas dan mutu yang sesuai dengan permintaan pasar.
TINJAUAN PUSTAKA
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional.
Pembangunan ekonomi nasional abad ke-21 masih akan tetap berbasis pertanian
secara luas. Tahapan-tahapan yang sejalan dengan perkembangan ekonomi maka
kegiatan jasa-jasa dan bisnis yang berbasis pertanian akan semakin meningkat,
yaitu kegiatan agribisnis akan menjadi salah satu kegiatan unggulan pembangunan
ekonomi nasional dalam berbagai aspek yang luas. Kegiatan ekonomi yang berbasis
pada tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan yang sangat penting
(strategis) di Indonesia. Disamping melibatkan tenaga kerja terbesar dalam
kegiatan produksi, produknya juga merupakan bahan pangan pokok dalam konsumsi
pangan di Indonesia. Dilihat dari sisi bisnis, kegiatan ekonomi yang berbasis
tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan bisnis terbesar dan tersebar
luas di Indonesia. Perannya sebagai penghasil bahan pangan dan pokok,
menyebabkan setiap orang dari 200 juta penduduk Indonesia terlibat setiap hari
dalam kegiatan ekonomi tanaman pangan dan hortikultura (Saragih, 2001).
Hampir semua orang
menyukai aneka macam buah-buahan, bahkan produk ini telah menjadi salah satu
bagian pokok dari menu makanan empat sehat lima sempurna (nasi, sayur,
lauk-pauk, buah, dan susu). Jadi, tidaklah heran bila peluang pasar yang bisa
kita bidik masih sangat luas. Mulai dari konsumen skala rumah tangga, para
pedagang buah di pasar tradisional, sampai supermarket besar yang menawarkan
buah-buahan segar kepada para konsumennya (Ainda, 2013).
Pengembangan
komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan yang dirancang menjadi sumber
pertumbuhan pembangunan pertanian yang cukup penting dalam pembangunan jangka
panjang. Pengembangan aneka jenis buah-buahan diharapkan mampu memberi nilai tambah
bagi produsen dan industri pengguna serta berkembangnya sentrum pengembangan
agribisnis komoditas unggulan (SPAKU) di berbagai daerah (Rahmat, 1999)
PEMBAHASAN
Peluang pengembangan agribisnis buah di Indonesia
a.
Pemenuhan
ekspor
Karena sebagian produk horti terutama buah yang ada di indonesia
merupakan komoditas ekspor membuka
peluang yang besar dalam pengembangan agrribisnis buah di Indonesia.
b.
Permintaan
dalam negeri tinggi
Pendapatan
masyarakat yang terus bertumbuh serta kesadaran masyarakat akan mengkonsumsi
pangan yang bervitamin menyebabkan permintaan untuk komoditas hortikultura
terutama buah meningkat.
Tantangan
pengembangan agribisnis buah di Indonesia (globalisasi perdagangan)
a.
Kualitas
produk (mutu)
Seiring
perubahan jaman kesadaran masyarakat dalam negeri maupun luar negeri akan
menkonsumsi produk-produk yang berkualitas merupakan tantangan dalam
pengembangan agribisnis buah di indonesia yang produknya masih banyak yang
belum memenuhi kriteria mutu untuk ekspor, sehingga produk hanya bisa
dipasarkan dalam negeri sedangkan untuk ekspor sebagian produk masih jauh dari
mutu yang diharapkan oleh pasar dunia.
b.
Penghapusan
subsidi
Penghapusan
subsidi menyebabkan biaya produksi meningkat menyebabkan harga produk dijual
dengan harga yang mahal sehigga dibutuhkan efisiensi yang sangat tinggi dalam proses produksi supaya harga
produk yang nantinya dilepas kepasar mampu bersaing dengan produk yang di
datangkan dari luar negeri yang harganya lebih murah dengan kualitas yang lebih
baik.
c.
Penghapusan
tarif
Penghapusan
tarif mengakibatkan harga produk pertanian antara satu daerah dengan daerah
lain beragam.
d.
Market
oriented (market oriented)
Seperti
yang kita ketahui masayarakat tani indonesia umumnya menjual hasil produksi
pertanian ke pasar daerah tempat meraka tinggal atau hanya berorientasi pada
pasar dalam negeri. Untuk ekspor petani indonesia masih belum memiliki
pngetahuan dan produk yang diihasilkan baik jumlah dan mutu mutu sebagian
petani belum menyanggupi permintaan.
Ancaman agribisnis buah di indonesia
a.
Perubahan
iklim global
Perusakan
lingkungan menyebabkan kadar CO2 di atmosfer meningkat menyebabkan pemanasan
global (global warming) yang menyebabkan iklim dunia berubah secara ekstrim
menyebabkan beberapa komoditi tanaman tidak berproduksi secara optimal serta
mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan dan kesulitan dalam distribusi menyebabkan
produk banyak yang rusak sebelum dipasarkan. Kerugian yang disebabkan oleh
perubahan iklim sangat tinggi dan tidak bisa dielakkan karena iklim sendiri
hanya dapat diprediksi namun tidak dapat diubah-ubah sesuai keinginan manusia.
b.
Produk
luar negeri yang berdaya saing
Mengingat negera-negara maju terus berinovasi dalam meningkatkan
kualitas dan kuantitas dari produk pertanian menjadi ancaman bagi negara-negara
berkembang yang penerapan inovasi dalam peningkatan baik kualitas maupun
kuantitas produk pertanian masih kurang, ini terjadi karena kurangnya SDM yang
handal yang mau memperhatikan keadaan sektor pertanian terutama di indonesia
banyak sarjana pertnian yang memilih bekerja di instansi pemerintah daripada
menjadi wirausaha dan membuka usaha disektor pertanian. Umumnya di indonesia
produk pertanian dihasilkan oleh masyarakat golongan menengah kebawah yang
memiliki pengetahuan akan teknologi pertanian yang rendah sehingga produk yang
dihasilkan tidak berdaya saing tinggi dengan produk luar.
c.
Produk
luar lebih murah
Ancaman
yang satu ini sangat berdampak pada penjualan dari hasil produksi dalam negeri karena produksi
pertanian di indonesia masih tergantung musim dan kuotanya tidak banyak
menyebabkan harga produk dalam negeri lebih mahal dibanding produk luar yang
bisa berproduksi sepanjang tahun dan jumlah kuotanya juga mampu memenuhi
permintaan dalam negerinya dan mampu memenuhi permintaan ekspor sehingga
harganya jauh lebih murah. Seperti umumnya masyarakat akan lebih memilih produk
yang bermutu tinggi dengan harga yang rendah. Ini ancaman bagi indonesia jika
tidak mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang murah
maka masyarakat akan beralih mengkonsumsi produk luar terutama produk buah-buahan.
DAFTAR PUSTAKA
Ainda. 2013 dalam. Irfansyah. Prospek pengembangan
hortikultura di indonsia. Tugas individu tanaman hortikultura.universitas
hasanuddin. Makasar.
Rahmat. 1999 dalam pengembangan buah anggur. (http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-153-1211816870-bab%20i.pdf)
Seragih. 2001. Dalam. Nurlaili. Pemasaran agribisnis pada
komoditas buah naga. Jember. (http://mbem25.blogspot.com/2013/05/pemasaran-agribisnis-pada-komoditas.html)
NOTE : JIKA ADA PERTANYAAN SILAHKAN TINGGALKAN PERTANYAAN DI KOLOM KOMENTAR TRIMS
NOTE : JIKA ADA PERTANYAAN SILAHKAN TINGGALKAN PERTANYAAN DI KOLOM KOMENTAR TRIMS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar