Minggu, 13 September 2015

MAKALAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUAH DI INDONESIA

MAKALAH
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUAH
DI INDONESIA







DISUSUN
OLEH :

 NAMA : ZULYADEN 
NIM     : 1305101050131



FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSAALAM, BANDA ACEH
2014




PENDAHULUAN


Tanaman sangat penting bagi kehidupan manusia sehingga selalu dicari untuk memperoleh hasil seoptimal mungkin dari tanaman yang diusahakan. Di antaranya, ditempuh melalui teknik budidaya yang baik dan penigkatan kemampua berproduksi sesuai harapan manusia. Perbaikan bercocok tanam adalah usaha menciptakan linkungan yang optimal bagi pertumbuan tanaman yang diusahakan sehingga hasil yang didapat maksimal.

Kebutuhan akan buah di Indonesia mengalami peningkatan dikarenakan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan kebutuhan mengkonsumsi buah-buahan sebagai salah satu sumber vitamin yang tinggi membuat permintaan akan buah meningkat sedangkan produksi buah tidak mengalami peningkatan disebabkan oleh beberapa factor yang menyebabkan banyak buah yang didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakt, ini merupakan salah satu peluang dalam pengembangan agribisnis buah karena sumber daya yang mendukung untuk peningkatan produksi beberapa jenis buah di Indonesia.

Permasalah yang dihadapi petani Indonesia dalam mengembangkan usaha tani terutama buah adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan harga dan teknik pasca panen yang tepat sehingga banyak hasil pertanian rusak sebelum dipasarkan ataupun dibeli dengan harga yang murah oleh agen-agen yang mendatangi daerah-daerah produksi.

Kesadaran masyarakat akan megkonsumsi buah yang bermutu juga merupakan tantangan yang dihadapi petani buah di Indonesia, dalam menciptakan produk yang memiliki mutu yang tinggi membutuhkan pengetahuan akan cara bercocok tanam dan cara penen sercara penanganan produk setelah panen (pasca panen) agar produk terutama buahyang dihasilkan tidak hanya mencukupi tetapi juga memiliku kualitas dan mutu yang sesuai dengan permintaan pasar.








TINJAUAN PUSTAKA



Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pembangunan ekonomi nasional abad ke-21 masih akan tetap berbasis pertanian secara luas. Tahapan-tahapan yang sejalan dengan perkembangan ekonomi maka kegiatan jasa-jasa dan bisnis yang berbasis pertanian akan semakin meningkat, yaitu kegiatan agribisnis akan menjadi salah satu kegiatan unggulan pembangunan ekonomi nasional dalam berbagai aspek yang luas. Kegiatan ekonomi yang berbasis pada tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan yang sangat penting (strategis) di Indonesia. Disamping melibatkan tenaga kerja terbesar dalam kegiatan produksi, produknya juga merupakan bahan pangan pokok dalam konsumsi pangan di Indonesia. Dilihat dari sisi bisnis, kegiatan ekonomi yang berbasis tanaman pangan dan hortikultura merupakan kegiatan bisnis terbesar dan tersebar luas di Indonesia. Perannya sebagai penghasil bahan pangan dan pokok, menyebabkan setiap orang dari 200 juta penduduk Indonesia terlibat setiap hari dalam kegiatan ekonomi tanaman pangan dan hortikultura (Saragih, 2001).
            Hampir semua orang menyukai aneka macam buah-buahan, bahkan produk ini telah menjadi salah satu bagian pokok dari menu makanan empat sehat lima sempurna (nasi, sayur, lauk-pauk, buah, dan susu). Jadi, tidaklah heran bila peluang pasar yang bisa kita bidik masih sangat luas. Mulai dari konsumen skala rumah tangga, para pedagang buah di pasar tradisional, sampai supermarket besar yang menawarkan buah-buahan segar kepada para konsumennya (Ainda, 2013).
            Pengembangan komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan yang dirancang menjadi sumber pertumbuhan pembangunan pertanian yang cukup penting dalam pembangunan jangka panjang. Pengembangan aneka jenis buah-buahan diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi produsen dan industri pengguna serta berkembangnya sentrum pengembangan agribisnis komoditas unggulan (SPAKU) di berbagai daerah (Rahmat, 1999)

           






PEMBAHASAN



Peluang pengembangan agribisnis buah di Indonesia

a.       Pemenuhan ekspor
Karena sebagian produk horti terutama buah yang ada di indonesia merupakan  komoditas ekspor membuka peluang yang besar dalam pengembangan agrribisnis buah di Indonesia.

b.      Permintaan dalam negeri tinggi
Pendapatan masyarakat yang terus bertumbuh serta kesadaran masyarakat akan mengkonsumsi pangan yang bervitamin menyebabkan permintaan untuk komoditas hortikultura terutama buah meningkat.
Tantangan pengembangan agribisnis buah di Indonesia (globalisasi perdagangan)
a.       Kualitas produk (mutu)
Seiring perubahan jaman kesadaran masyarakat dalam negeri maupun luar negeri akan menkonsumsi produk-produk yang berkualitas merupakan tantangan dalam pengembangan agribisnis buah di indonesia yang produknya masih banyak yang belum memenuhi kriteria mutu untuk ekspor, sehingga produk hanya bisa dipasarkan dalam negeri sedangkan untuk ekspor sebagian produk masih jauh dari mutu yang diharapkan oleh pasar dunia.

b.      Penghapusan subsidi
Penghapusan subsidi menyebabkan biaya produksi meningkat menyebabkan harga produk dijual dengan harga yang mahal sehigga dibutuhkan efisiensi yang sangat  tinggi dalam proses produksi supaya harga produk yang nantinya dilepas kepasar mampu bersaing dengan produk yang di datangkan dari luar negeri yang harganya lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.

c.       Penghapusan tarif
Penghapusan tarif mengakibatkan harga produk pertanian antara satu daerah dengan daerah lain beragam.


d.      Market oriented (market oriented)
Seperti yang kita ketahui masayarakat tani indonesia umumnya menjual hasil produksi pertanian ke pasar daerah tempat meraka tinggal atau hanya berorientasi pada pasar dalam negeri. Untuk ekspor petani indonesia masih belum memiliki pngetahuan dan produk yang diihasilkan baik jumlah dan mutu mutu sebagian petani belum menyanggupi permintaan.

Ancaman agribisnis buah di indonesia
a.       Perubahan iklim global
Perusakan lingkungan menyebabkan kadar CO2 di atmosfer meningkat menyebabkan pemanasan global (global warming) yang menyebabkan iklim dunia berubah secara ekstrim menyebabkan beberapa komoditi tanaman tidak berproduksi secara optimal serta mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan dan kesulitan dalam distribusi menyebabkan produk banyak yang rusak sebelum dipasarkan. Kerugian yang disebabkan oleh perubahan iklim sangat tinggi dan tidak bisa dielakkan karena iklim sendiri hanya dapat diprediksi namun tidak dapat diubah-ubah sesuai keinginan manusia.

b.      Produk luar negeri yang berdaya saing
Mengingat negera-negara maju terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk pertanian menjadi ancaman bagi negara-negara berkembang yang penerapan inovasi dalam peningkatan baik kualitas maupun kuantitas produk pertanian masih kurang, ini terjadi karena kurangnya SDM yang handal yang mau memperhatikan keadaan sektor pertanian terutama di indonesia banyak sarjana pertnian yang memilih bekerja di instansi pemerintah daripada menjadi wirausaha dan membuka usaha disektor pertanian. Umumnya di indonesia produk pertanian dihasilkan oleh masyarakat golongan menengah kebawah yang memiliki pengetahuan akan teknologi pertanian yang rendah sehingga produk yang dihasilkan tidak berdaya saing tinggi dengan produk luar.

c.       Produk luar lebih murah
Ancaman yang satu ini sangat berdampak pada penjualan dari hasil  produksi dalam negeri karena produksi pertanian di indonesia masih tergantung musim dan kuotanya tidak banyak menyebabkan harga produk dalam negeri lebih mahal dibanding produk luar yang bisa berproduksi sepanjang tahun dan jumlah kuotanya juga mampu memenuhi permintaan dalam negerinya dan mampu memenuhi permintaan ekspor sehingga harganya jauh lebih murah. Seperti umumnya masyarakat akan lebih memilih produk yang bermutu tinggi dengan harga yang rendah. Ini ancaman bagi indonesia jika tidak mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang murah maka masyarakat akan beralih mengkonsumsi produk luar terutama produk buah-buahan.









  
DAFTAR PUSTAKA



Ainda. 2013 dalam. Irfansyah. Prospek pengembangan hortikultura di indonsia. Tugas individu tanaman hortikultura.universitas hasanuddin. Makasar.


Rahmat. 1999 dalam  pengembangan buah  anggur. (http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-153-1211816870-bab%20i.pdf)


Seragih. 2001. Dalam. Nurlaili. Pemasaran agribisnis pada komoditas buah naga. Jember. (http://mbem25.blogspot.com/2013/05/pemasaran-agribisnis-pada-komoditas.html)






NOTE : JIKA ADA PERTANYAAN SILAHKAN TINGGALKAN PERTANYAAN DI KOLOM KOMENTAR TRIMS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar